Slideshow

Volunteers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Sample Widget

Selasa, 26 Januari 2010

Untukmu Terkasih


Dari sebuah negeri dingin yang tak terlalu jauh
Kawanku bermimpi tentang pelangi
Warna-warna yang membusur dari kaki hujan, lalu hilang di peluk langit
Dan segalanya menjadi mungkin

Sisa mesiu masih tercium tajam terapung hingga karatan di dalam goa persegi
Batuan mengalirkan dongeng pangeran yang dikutuk jadi katak
Surau lenyap mengucap doa bersama hutan yang hampir lelap
Mata air, pun air mata

Kilatan rumput tepi padang membawa senyum penuh simpul
Menanam hidup di relung nafas yang terus tergerak
Aku ingat kata lelaki renta pembawa tembang,

“sebelum aku mati. Sekali kuhidup, sekali kumati. Aku dibesarkan di Bumi Pertiwi. Akan kutinggalkan warisan abadi”

Dan sejarah melahirkan mereka,
Anak-anak tersisih...[]

Oleh Randi Akbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar